Setelah kejadian itu, hari demi hari masih berjalan seperti biasa, dan bisa dibilang Aku semakin meninggalkan Allah, Aku selalu ikut dalam hal minum2, untuk berhenti sangatlah susah jika kita telah terjerembab dalam dunia malam, Setiap malam, ada saja seseorang yg mengajakku untuk minum, selain rekan kerja sendiri, yaitu tamu yg ngeroom, biasanya Aku diajak minum seteguk 2 teguk saat Aku dipanggil untuk membenarkan sound, sebagai contoh : "Mas, Mas operator, buruan kesini, ini tamunya minta volumenya di gedein." Kata seorang L.C. Aku pun datang untuk melakukan tugasku, tapi setelah tugasku kelar, pasti dihadang untuk ikut minum, jika tamu suka dengan cara minumku, terkadang mereka memberi upah sekitar 20 ribu hingga 50 ribu, tak jarang mereka juga tidak mengijinkanku untuk meninggalkan room mereka, karena mereka ingin Aku tetap diroom untuk terum minum bersama mereka, jika itu uda terjadi, Aku hanya mencoba beralasan : "maaf mas/pak/mba, saya dipanggil room lain untuk membenarkan sound." kataku.
Dengan cara itulah biasanya aku dapat lolos, tapi biasanya hal itu tak bertahan lama, karena jika room lain juga suka cara minumku, mereka juga pasti akan mengajakku minum bersama mereka. Hari demi hari semakin memburuk, tidak dengan Aku ditempat kerja, tidak juga dengan keluargaku dirumah. Ada saja yg selalu diributkan, dan jujur, Bapak juga bekerja sebagai supir disalah 1 karaokean besar di semarang, Ibu sebagai Ibu rumah tangga biasa, tak jarang karena Bapak pulang telat, Ibu terkadang marah hingga seperti Petir menyambar, jujur Ibuku memiliki tingkat emosi yang tinggi dan Bapakku memiliki karakter keras kepala dan egois mereka berdua sangat-sangatlah sering bertengkar, hingga suatu ketika dipertengahan Tahun berapa yaa, Aku juga lupa, kalo g salah sih akhiran tahun 2012 atau kalau engga awal2 hingga pertengahan tahun 2013, Bapak hampir berkelahi dengan Adik Aku tidak tau kenapa. Kalo Adikku sendiri memiliki karakter sangat berani, berani mati dan g peduli jika dia benar / orang lain benar, maka Adikku akan membelannya mati2an. Adikku memiliki fisik yang justru lebih gede, lebih tinggi, lebih kekar dari pada Aku, yahh, mugkin karena dia bekerja sebagai Pendamping supir Truck Gas yang mensuplay untuk Hotel, Pabrik, Restoran dsb, jadi Dia memiliki badan yg kekar dan item.
Saat Aku pulang kerja, terkejut aja saat Ibu dan Bapak malah nongkrong didepan kost, dan Aku suruh masuk g mau, saat Aku masuk Ibu mengikutiku dan memberitahuku apa yang sebenarnya terjadi tadi. "Tadi Bapakmu dan Adikmu bertengkar hebat, hingga dada mereka uda saling menempel, Bapakmu seperti biasa, Dia membawa samurainya, sedangkan Adikmu tangan kosong, itu terjadi gara2 sebelumnya, Ibu meminta Adikmu mengantar Ibu untuk mengikuti Bapakmu saat berangkat kerja, dan alhasil, dugaan Ibu selama ini benar, bapakmu memiliki selingkuhan, pantas saja selama ini Pulang terlambat trus, dan saat dimintai uang untuk keperluan rumah tangga, Dia selalu bilang, g punya uang."
Bapak memang mempunyai mental berani, tapi kalo masalah berkelahi dia selalu membawa senjata, itu adalah kejelekannya, sejak kejadian itu Bapak dan Adik sempet saling diam hingga 1 bulan lebih, kejadian itu sempat membuat para tetangga kost dateng untuk memisah, -_- malu lagi perasaan ini, dalam fikiranku, Astafirullah, keluarga ini semakin memburuk, andai saja Eyang masih hidup, gakan terjadi semua ini. Setelah kejadian itu Aku semakin memburuk dan menggila, g makan selama beberapa hari, hingga suatu ketika, 2 temen kerja (OB) sedang makan sesuatu, dan Aku mengetahuinya, lalu Aku bilang : "Apaan tu mas, kok kayak obat, sampean sakit?" Dia hanya menjawab, "engga, sampean mau mas, ini DS (sejenis obat2an untuk menenangkan diri tapi dilarang oleh pemerintah) mas." kata Dia. g make lama dan bertanya lagi, Aku melahapnya, mungkin kalo g salah ada sekitar 8 butir pil, Aku lahap sekaligus. Mereka berdua Kaget setengah mati, dan memegang tanganku agar Aku tidak melahap semuannya, tapi itu terlambat. Mereka berdua jadi ketakutan, karna apa?, karna mereka tau, Aku baru kali ini bersentuhan dengan obat2an.
Hal yang mereka takuti akhirnya datang, Aku seperti orang gila, berjalan kesana kemari, tertawa sendiri, kadang bengong sendiri, dan temen2 lain yg sift siang mengetahui hal tersebut, karna efek seperti itu sudah rahasia umum di dunia malam (karaokean). Tak lama Aku ditangkap dan dipegang sebut saja Dia Mba D, Dia Kasir di tempat kerjaku, Dia marah kenapa Aku melakukan ngobat (Minum obat) Dia mengintrogasiku, tapi Aku 80% tidak sadar sisanya sedikit sadar, jadi masi bisa menjawab semua pertanyaannya. Maklum saja kalo Dia marah, karena hanya Dia yg menganggapku Adiknya, seingetku, Aku dicubit sana sini, dan meminta obatnya, g make lama Aku menyerahkan plastik kecil kira2 tinggal 5 butir. Hal itupun dirahasiakan dengan temen2 lain yg belum tau dan yg pasti dari Atasan.
Efeknya luar biasa, g nyampe setengah jam, langsung membuatku tenang, g sadar kalo ternyata Aku uda muter2 lorong hingga mungkin 10 / 12 kali (kata temen) kejadian itu terjadi pada siang hari, dan baru mulai siuman saat jam menunjukkan pukul kalo g salah setengah 9, padahal Jam 8 waktunya Aku pulang dan berganti dengan yg sift malam. Temen2 sift malam pada tanya, kenapa Kamu tepar di room 1? Aku jawab aja dimabukin tamu, dan beruntungnya Aku temen2 sift siang juga uda ngejawab seperti itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar