Pages

Selasa, 09 Desember 2014

     Pertengkaran hebat kembali terjadi di Keluarga ini tertanggal 8 Desember 2014, STRESSSS BERAT saat ini yg Aku rasakan, kejadian itu bermula saat pagi seingetku sekitar jam 8 atau kalo engga jam setengah 9, tiba2 Ibu berteriak-teriak, "TIIITTTTT, TIIITTTTT, TIIITTTTT, TIIITTTTT HIDUP SEPERTI INI TRUS TIIITTTTT, TIIITTTTT, LEBIH BAIK BUNUH SAJA AKU, DARI PADA HIDUP SEPERTI INI!!!!!!". Aku terbangun dan cuma hanya bisa menenangkan mereka, Bapak sih hanya diam, dan sesekali membalasnya dengan bahasa kotor juga. Permasalahannya sepele, Bapak emang hobi banget dengan tanaman, dan Bapak menanam sidikit rumput disamping rumah, dan setelah beberapa hari ditanam, dan setelah tumbuh Ibu mencabutinnya, walaupun rumput itu g dibuang, tapi dikumpulkan ibu lagi untuk ditanam di pot. kalo kata Ibu, katanya Ibu uda meminta izin ke Bapak untuk mencabutinya, dan Bapak mengizinkan. Sedangkan dari penjelasan Bapak, Ibu sama sekali tidak meminta izin mencabuti rumput itu.
     Menurut kalian siapa yg bener, Ibuku yang memiliki emosi tinggi dan tersinggungan, sedangkan Bapak yg egois dan keras kepala?. Sumapah Aku muak dengan keluarga ini, dan sempet berfikir untuk bunuh diri, serius, sumpah, Aku memiliki fikiran seperti itu, Aku sempet berfikir untuk bunuh diri di Rel kereta, karna setiap Aku kerja melewati rel tersebut. Tapi tiba2 Aku mengingat Allah, seperti ada bisikan di telinga kanan "Lakukanlah, maka Neraka menunggumu dengan senang hati". srettttttt, langsung Aku tersadar dan mengucap banyak2 Istighfar. 

     Setelah kejadian itu, Bapak kebetulan sift pagi, jadi uda berangkat, dan sebelum Aku berangkat kerja, Ibu menunmpang untuk pergi ketemennya, tapi ternyata, sampai detik ini Aku menyatat lagi, Ibu juga belum pulang, Aku tidak berani menanyakan dimana Ibu sekarang, Aku juga tidak berani menyuruhnya pulang, takutnya jika disuruh pulang malah akan terjadi pertengkaran lagi, maka dari itu, mungkin ini adalah pembelajaran untukku dan Adikku supaya bisa hidup mandiri, sampai saat ini juga Aku tidak berani mengungkit masalah tersebut, takut nantinya jika dibahas akan semakin membuat mereka saling membenci.

     Walaupun keadaan ini bener2 membuatku gila, tapi inilah hidup, tidak bisa di restart, jadi kita harus tetep melanjutkannya dan berjuang sendiri-sendiri, banyak orang mengatakan dunia ini kejam, ya memang, dunia ini kejam, jadi janganlah Kita membuatnya semakin kejam, tapi cobalah untuk menikmatinya seperti biasa dan tetap berfikir positif, jauh dilubuk hati terdalam jujur memang ada rasa iri melihat keadaan orang lain, tapi apa yang harus dilakukan, kita dan dia (orang lain) berbeda, jadi nikmatilah ini semua walaupun fikiran stress melanda. tetap bersyukur dan selalu Inget Allah bagi yg muslim, dan yg non muslim, cobalah untuk selalu ingat kepada Tuhan kalian.

     Uda 3 hari Ibu meninggalkan rumah, tapi Dia tetap menanyakan keadaanku dan Adikku, itu pertanda Ibu baik2 saja, itu uda lebih dari cukup. tak perlu menanyakan Dia dimana, Dia harus pulang, cukuplah, biar Ibu menengakan dirinya sendiri terlebih dahulu. Seperti kata Adikku, biarlah, mereka uda pada tua, mereka pasti akan menemukan jalannya sendiri dan mungkin bisa menemukan caranya sendiri untuk mengakhiri pertikaian ini. Semenjak Ibu pergi ntah kemana, saat2 makan dirumah menjadi kacau, kita bertiga menjadi jarang makan, dan malah memilih makan di luar rumah. Keadaan seperti inilah yg membuatku semakin memburuk.

     Kalian tau sendiri, gaji OP diwarnet seberapa, belom lagi Aku juga membantu Bapak mencicil angsuran motor vega tersebut, tapi Aku bertahan hidup sendiri, kalo Adik lebih baik, karna pekerjaannya dengan gaji yg lumayan. jika Aku terpepet lapar, Aku hanya bisa meminta bantuan Adikku untuk membelikan sesuatu, Kasihan sekali Adikku, Dialah yg selama ini malah justru menafkahi keluarga, dari urusan makan, perlengkapan toilet, perlengkapan dapur, Dialah yg selalu keluar uang. Jikalau Aku masih bekerja dikaraokean, mungkin Aku masih bisa membantu kelangsungan hidup keluarga, tapi apalah daya, semua tidak boleh disesali, yg terjadi biarlah terjadi. Dan selama ini Aku hanya akan terus bersyukur dengan apa yg Aku miliki sekarang. karna itulah kunci untuk bisa bertahan hidup menurut Islam, selalu bersyukur dan tawakal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar