Cukup lama nih g nulis lagi, apa kabar kalian, semoga baik2 aja, hari ini sengat menyebalkan, setelah kejadian sebelumnya, semejnak kepergian Eyang, Keluarga ini (Aku, Adikku, Ibuku, Bapaku) jadi semakin berantakan, kami selalu berpindah2, karena kami tidak memiliki rumah resmi, kami hanya mengontrak sanasini, pertama, kita mengontrak di daerah Madukoro Semarang, disitu bisa dibilang sangat sempit mungkin hanya sekitar 5 x 15 m, g ada ruang tamudan sialnya g ada Kakus a.k.a WC, mandi pun kita bisa dibilang hanya mengunnakan dapur, maka dari itu kita memberi aturan jika ada yg mandi kita dilarang memasuki dapur. dan jika kita ada yg mulas ingin BAB kita harus membawa ember berisi air melewati para tetangga dan menuju kali kecil kotor yg memang dikususkan untuk BAB, sumpah malu banget rasanya membawa ember gituan ngelewatin para tetangga yg lagi ngobrol dijalan. tapi mau gimana lagi, ini namanya nasib, kita harus jalani.
Semakin kesini Keluarga ini semakin parah, seiring berjalannya waktu, tanggal kita menempati rumah tersebut / kontrak kita habis, kita mau nambah, tapi pemilik kontrakan menaikin harga sewa dengan sangat tinggi, bingung dengan semua ini, Bapak dan Ibu mengemasi barang2 untk pindah, karna g sanggup lagi membayar sewa tersebut, dan mungkin ini kebaikan Allah, Kami mendapat Info bahwa ada rumah yg disewakan, tapi permintaannya sewa dibawar setiap sebulan sekali, bisa dibilang seperti anak kost. Orang tua pun setuju, dan akhirnya kita pindah ke kost2an tersebut di daerah Indraprasta, di daerah itu, cukup lama kita tinggal, dari Aku masih berstatus SMK hingga Aku lulus masih bertahan disitu, sampai akhirnya aku bekerja menjadi petugas parkir salah 1 swalayan yang tugasnya duduk di gardu dan nyatat nomor plat kendaraan yg masuk, disitu Aku bertahan selama 3 hari jujur, karena kesalahan ku, Aku g tau kalo ternyatag semua tempat kerja ngijinin make celana panjang jeans, saat itu aku make jeans dan hem putih, ternyata supervisor g suka, akhirnya aku dibuang disalah 1 hotel, disitu Aku disiruh untuk selalu berdiri dan mengawasi kendaraan yg masuk, g diijinin duduk, jongkok ataupun makan dan minum, jadi dari jam 8 pagi hinggal jam 5 sore Aku berdiri, blom lagi pulangnya jalan kaki, untung lokasi hotel deket dengan kost.
Saat sampai rumah, sepatu, tas, pakaian, aku blom ganti langsung tepar, orang tua kaget dan langsung nyuruh berhenti dan nyari kerjaan lain. Mungkin kira2 sekitar seminggu, ada temen kost, dia juga uda berkeluarga dan kost disitu, Dia memberi sebuah pekerjaan, sebagai Cleaning Servise (CS) disalah 1 Universitas a.k.a Kampus di daerah Tugu Muda.g make lama, g make malu, Aku mau, setelah Aku titip lamaran ke Dia, 1 hari kemudian Aku dipanggil untuk interview, dan hari itu juga setelah interview, Aku langsung disuruh kerja, Saat itu Aku megang bagian lantai 4 disalah 1 gedung dikampus tersebut.
Setelah kira2 sebulan, G nyangka ternyata banyak temen dari SMK ngampus disini, ditambah emang pertama mereka g nyadar kalu yg nyapu didepannya Aku. Jujur Aku mau nyapa juga malu, tapi hati berkata "ngapain malu, ini pekerjaan halal, kalo sampai Dia menghinamu, berarti Dia orang bodoh yang tidak bisa menghargai sebuah pekerjaan" setelah Aku pikir2, bener juga kata hati, akhirnya Aku beranikan diri untuk menyapannya, "wah kue kerjo kene to, ket kapan?" dalam bahasa Indonesia "wah Kamu kerja sini, sejak kapan? akupun menjawab kira2 sebulanan. ehhh, ternyata jujur dan g malu, g bakalan selalu dihina.
Waktu demi waktu pun berlalu, kira2 setelah Aku bertahan disitu selama 7 bulan Aku g kuat dan memutuskan untuk keluar. karena apa, disitu Supervisornya memiliki karakter seperti anak kecil, suka ngejek, suka ngehina, dan suka ngerendahin orang lain, itu yg bikin Aku g kuat kerja disitu.Aku nganggur lagi. Tapi Allhamdullillahnya g lama, mungkin sekitar seminggu 2 minggu, saat Ibu pergi ke warung sehabis membeli gula, kopi, mie, dan beras, Ibu meminjam koran milik empunya warung tersebut, memperlihatkan padaku, kalo ada lowongan disitu, yaitu lowongan warnet, g make lama lagi, Aki sarapan, mandi dan langsung numpuk hlamaran hari itu juga, g nyangka jam 8 malemnya ditelpon, suruh dateng sekarang intuk interview. kaget setengah mati, karna pas itu, Aku mau tidur. Akhirnya Aku cuma cuci muka, make hem putih, dan celana sutra seperti karyawan kantoran dengan sepatu pantofel, dan langsung meluncur ke TKP a.k.a warnet. bla...bla...bla...ini...itu... Akhirnya Aku diterima kerja dengan sift jam 12 malem, ternyata warnetnya 3 sift a.k.a buka 24 jam. Jam 12 malem pun tiba, g ingin mengulangi kesalahan yang sama, aku kerja seperti layaknya orang kantor, hem putih, celana panjang hitam sutera, sepatu pantofel, hahaha, kaya orang gila malahan, setiap kali ngerapiin komputer yg abis dipake, orang2 ngeliatin. Akhirnya bos bilang "Besok2 kalo berangkat pake pakaian santai aja, tapi yg sopan, make sandal g apa".
Tidak ada komentar:
Posting Komentar