Pages

Rabu, 23 April 2014

     Nyatat lagi, ok sekarang Aku uda menempati rumah di daerah K (Semarang), asalmulanya Bapak ditawari tanah oleh, sebut saja dia M si Bangsat. M bilang, beli saja tanah itu, saya jamin aman, walaupun g ada surat2nya, dan harganya pun cuma  # JT, dan dijawab Bapak "tapi saya butuhnya rumah bukan tanah". Dan si M pun menjawab lagi, "gini aja Bapak ada dana berapa?". Bapak menjawab "cuman 25 JT, itu warisan satu2nya Istri saya" M menjawab lagi. "OK. bisa diatur, itu semua serahkan Saya, dijamin semua beres". Bapak yg memiliki karakter egois dan keras kepala memang pertama Bapak mendiskusikan bareng Ibu, tapi ujung2nya, Dialah yg memutuskan sendiri. Saran Ibu tidak digubrisnya sama sekali. Deng... Semua uang itu pun sekarang telah berpindah tangan kepada M si Bangsat.

     Dalam perjanjian rumah akan jadi dalam waktu maksimal 5 bulan, ok kita akhirnya menunggu dan menjalani hari2 seperti biasa, sejak saat itu suasana mulai kaku lagi, perselisihan-perselisihan kecil mulai tibul lagi. hari berganti minggu, minggu berganti bulan, waktu menunjukan rumah uda harus jadi, karna uda hampir 5 bulan, tapi rumah cuman masi tembok, atap dan yg lain blom M pasang, alasannya kehabisan bahan bangunan. Ok. untuk yg pertama, kedua, ketiga dan uda berjalan 7 bulan rumah belom jadi juga, akhirnya Ibu dan Bapak pergi kerumah M untuk meminta penjelasan, kenapa ini semua terjadi, padahal dana slalu disusahakan Bapak, sampai2 Keluarga jarang makan hanya untuk membeli kebutuhan bangunan. Tapi ya seperti sebelumnya, jawabannya hanya kehabisan bahan bangunan. Saat tiba2 Istri si M keluar membawakan minuman, Ibu ngelihat, dulu mereka sangat kurus dan g terawat, tapi sekarang si Istri uda lengkap memakai perhiasan. Ibu pertama g berpikir buruk, hingga suatu ketika saat Ibu dan Bapak mengecek rumah, ada tetangga nyletuk "looo Bu, rumah Ibu yg bikin si M ya?" Ibu menjawab "ya Bu kenapa?" lalu Dia (tetangga) menjawab "ati2 bu, si M tu orangnya rakus, banyak rumah yg dibangun dia g jadi rumah, malah gagal jadi rumah, karna bahan2 bangunannya dipake si M untuk memperbaikin rumahnya, dan jika Ibu ngasih dana ke si M, si M akan membelikannya sedikit, dan sisannya untuk diri pribadinya dan Keluargannya, Ibu liat rumah sebelah Ibu. Itu adalah hasil kerjanya, liat aja g jadi rumah kan, cuman tembok aja. sang empunya rumah akhirnya nyerah untuk ngebangunnya, jadi dibiarkan gitu aja".

     Ibu dan Bapak kaget setengah mati, tapi malu utnuk mengungkapkannya, jadi Ibu dan Bapak langsung pulang. Sesampainya dirumah perselisihan terjadi lagi, akibat masalah rumah itu. Saat itu Aku dan Adiku berada dirumah, hanya bisa diam saat mereka saling menyalahkan, kejadian itu cukup membuatku malas berada di kost, karna saat itu minggu dan Aku libur, Aku dan Adiku berpura2 tidak mendengarnya, walaupun sejujurnya sangat eneg dan malas mendengar perselisihan itu, yah tapi mau gimana lagi, Ibu yg emosinan + Bapak yang egois dan keras kepala.

     Akhirnya waktupu semakin mepet, semua penghuni kost mulai diusir secara perlahan, kenapa bisa diusir? OK, Aku ceritain, Sebenernya rumah kost itu rumah kosong, uda ditingggal sang empunya rumah cukup lama, tapi sebut saja dia B teman sang empunya rumah memohon untuk boleh meninggali rumah tersebut dengan alasan dari pada rumah ini g kepake dan rusak, lebih baik Saya pake dan saya rawat kata B. Dan sang empunya rumah megizinkan. EEEE ga taunya malah dikost2 kan sama B, dan hasil uang kost masuk ke kantong pribadi B. Hingga suatu ketika sang empunya rumah mengetahuinya dan mengusir semua penghuni rumah tersebut.

     Gila banget hidup ini, bener2 semenjak kepergian Eyang merubah segalanya.Eyang andaikan Eyang tau yang dihadapi Anakmu dan cucumu saat ini, bisa dibilang sekarang Kami hidup sendiri sendiri. Nasi telah menjadi bubur, hujan telah menetes membasahi tanah. G ada yg bisa dilakuin selain melanjutkan hidup ini dan selalu bersyukur dengan apa yang kita punya. Dirumah ini keluarga tidak ada perubahan, tetap saling membenci, saling menyalahkan, mungkin rumah ini menjadi neraka bagi kita yg pulang kerumah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar